Bulgaria adalah salah satu negara di wilayah peninsula di Eropa Tenggara (Balkan). Bulgaria sempat berada di bawah kekuasaan Ottoman Turki hingga tahun 1878 ketika tentara Rusia, Moldova, Finlandia, dan Bulgaria berperang melawan Turki untuk melepaskan Bulgaria dari kekuasaan Ottoman. Perjanjian San Stefano ditandatangani pada 3 maret 1878 oleh Rusia dan Ottoman yang di dalamnya menyatakan wilayah otonom Bulgaria. Bulgaria berada di bawah kekuasaan Ottoman selama 5 abad atau sekitar 500 tahun. Di masa itu Ottoman memberi 3 pilihan pada rakyat Bulgaria, pertama berpindah agama menjadi Muslim dan mereka bisa mengurus keluarga dan bisnisnya, kedua tetap memeluk agama mereka namun membayar pajak yang tinggi hingga 90% dari pendapatan mereka dan menyerahkan anak laki laki mereka untuk dilatih sebagai tentara, yang ketiga mati dibunuh jika tidak memenuhi pilihan pertama atau kedua. Ini menjadi salah satu alasan kenapa banyak gereja disini dibangun di atas lahan atau bangunan masjid yang merupakan peninggalan di masa Ottoman.

Monumen 'Tsar The Liberator'

Monumen ‘Tsar The Liberator’

Sofia adalah ibu kota Bulgaria dan merupakan kota terbesar di Bulgaria dengan jumlah populasi sekitar 1.4 juta. Sofia merupakan salah satu kota unik dengan kombinasi gaya arsitektur Eropa dan pengaruh komunis, serta gereja-gereja Ortodox yang cantik. Karena Bulgaria pernah berada dibawah kekuasaan Ottoman, beberapa gereja dibangun di tempat bekas masjid, ini menjadikan gaya arsitektur dan sejarahnya menjadi unik dibandingkan dengan gereja-gereja lainnya di Eropa. Selain kotanya yang dinamis, Sofia juga memiliki pemandangan yang indah. Sofia dikelilingi oleh bukit dan pegunungan, salah satu yang terkenal adalah pegunungan Vitosha. Kombinasi kota besar dan alam menjadikan Sofia tempat tujuan wisata yang unik. Selain menikmati atmosfir kota besar dan kota tuanya, Sofia juga menawarkan kemudahan buat turis yang ingin melakukan aktivitas di alam terbuka. Hanya berkendara selama beberapa jam, kamu susah bisa melakukan aktivitas seperti hiking ke 7 Rila Lakes atau pegunungan Vitosha, menyusuri gua terpanjang di Bulgaria sepanjang ….km, Cycling atau mengunjungi Kota Tua Plovdiv. Dan semuanya bisa dilakukan hanya dengan day trip dari Sofia. Ini akan sangat membantu supaya kamu gak harus berpindah-pindah hostel hanya untuk mengunjungi satu atau dua tempat/aktivitas saja.

Visa

Pemegang passport Indonesia harus melakukan aplikasi visa untuk Bulgaria, tipe visa yang tersedia adalah visa transit, turis dan bisnis. Saya tidak akan menerangkan detail mengenai visa karena seringkali kebijakan dan persyaratan visa berubah-rubah. Lebih lengkap mengenai tata cara pengajuan visa bisa di cek disini. Untuk pemegang visa schengen, Sejak 2007 Bulgaria telah mengajukan aplikasi untuk masuk dalam wilayah Schengen, maka pada tahun 2012 Bulgaria mulai memberi akses bagi pemegang visa schengen untuk masuk ke Bulgaria tanpa harus melakukan aplikasi visa.

Transportasi dari Bandara Sofia ke pusat Kota

Kebanyakan hotel beada tidak jauh daro Oboristhe, pusat kota Sofia. Ada beberapa cara untuk menuju pusat kota Oboristhe selain menggunakan Taksi. Dari terminal 2 bisa langsung naik metro dan turun di Sofia University. Pastikan kamu mendengarkan pengumuman pemberhentian selanjutnya di setiap stasiun, kamu akan kesulitan untuk membaca rute metro yang ditulis dalam Cyrillic. Harga tiket per September 2015 adalah 1 Leva. Jika kamu tiba di terminal 1, kamu bisa menggunakan bis menuju terminal 2. Pilihan lainnya adalah menggunakan Bis langsung baik dari terminal 1 ataupun 2.  Naik bis No 84 dan turun di pemberhentian terakhir yaitu Sofia University. Dari sini kamu bisa berjalan ke berbagai tempat di pusat kota. Pusat kota Sofia cukup kecil sehingga tidak akan membuatmu kesulitan mencari arah. Untuk mengetahui lebih detail mengenai transportasi publik di Sofia, silahkan cek disini.

Navigasi

Hampir seluruh nama jalan, rute, peta dan brosur yang tersedia ditulis dalam Cycrillic, ini menjadi tantangan paling besar untuk turis yang datang ke Sofia. Bahkan di internet sekalipun sangat sulit menemukan peta atau rute transportasi dalam bahas Inggris. Selama 4 hari pertama di Sofia, pusat informasi tidak pernah buka setiap saya datangi, alhasil saya berjuang mencari informasi melalui internet. Google Map sekalipun tidak memiliki layanan untuk transportasi umum di Bulgaria, jadi ini saatnya mengandalkan kemampuan manual membaca peta. Untuk mempermudah perjalananmu, aplikasi ini bisa membantumu paling tidak membaca tulisan Cyrillic dan mengetahui percakapan dasar dalam bahasa Bulgaria. Jika kamu butuh bertanya pada seseorang dalam bahasa Inggris, coba tanya anak-anak muda, mereka cukup bisa berbahasa inggris dan akan dengan senang hati membantumu.

Taman Kota

Yang menyenangkan mengenai Sofia adalah taman kota yang tersebar dimana-mana. Di sore atau malam hari banyak anak-anak muda beraktivitas olahraga, kesenian atau sekedar nongkrong di taman kota. Ini mengingatkan saya tentang gaya nongkrong anak-anak muda di Indonesia. Untuk mengetahui lokasi taman-taman kota di Sofia, silahkan cek disini.

Monument to the Soviet Army in Sofia

Anak-anak muda nongkrong sore di ‘Monument to the Soviet Army’ di Knyazheska Garden

Wifi Mana Wifi??

Jangan khawatir, selain tersedia di hampir semua hotel dan hostel, mudah mencari wifi di Sofia. Beberapa pilihannya adalah pergi ke stasiun metro, Mc Donald atau ke Swalayan Billa. Di sana kamu bisa menggunakan wifi.

Budget

Berbeda dengan harga-harga di Eropa, harga di Bulgaria cukup terjangkau untuk orang Indonesia. Sebagai perbandingan, sebungkus rokok dengan Merk A di Jerman seharga 5 Euro dan untuk merk yang sama di Bulgaria berkisar sekitar 4 Levi atau sekitar 2 Euro. Hostel berkisar 8-12 Euro per tempat tidur per malam, namun jika kamu ingin yang lebih nyaman, kamu juga bisa tinggal di hotel bintang 2 dengan harga sekitar 30 Euro. Dan tentu saja kamu selalu bisa tinggal melalui Couch Surfing.

More about Sofia :
Katedral St Alexander Nevsky : Ikon Bulgaria dan salah satu yang terbesar di dunia.